Selasa, 04 November 2014

URBANISASI dan URBANISME


A.   Urbanisasi
   
         Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. Dengan demikian urbanisasi adalah suatu proses dengan tanda-tanda sebagai berikut :

1. Terjadinya arus perpindahan penduduk dri desa kekota
2. Bertambah besarnya jumlah tenaga karja non agraria disektor sekunder ( industry ) dan sector tersier ( jasa).
3. Tumbuhnya pemukiman menjadi kota
4. Meluasnya pengaruh kota didaerah pedesaan mengenai segi ekonomi social, kebudayaan dan psikologis

  •          Sebab-sebab Urbanisasi
  Pada dasarnya ada tiga hal utama yang menyebabkan timbulnya urbanisasi   yaitu:
a.  adanya pertambahan penduduk secara ilmiah
b.  terjadinya arus perpindahan dri desa kekota
c.   tertariknya pemukiman perdesaan kedalam lingkup kota, sebagai akibat perkembangan kota yang sangat pesat di berbagai bidang, terutama yang berkaitan dengan tersedianya kesempatan kerja.

  •          Proses urbanisasi akan menimbulkan akibat antara lain adalah :
1. Terbentuknya suburb
2. Makin meningkatnya tuna karya, yaitu orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap
3. Pertambahan penduduk kota yang pesat menimbulkan masalah perumahan
4. Lingkungan hidup yang sehat, apalagi ditambah dengan adanya berbagai kerawanan social memberipengaruh yang negative terhadap pendidikan generasi muda.
 
  •          Dampak positif urbanisasi bagi desa (daerah asal) sebagai berikut:
a.    Meningkatnya kesejahteraan penduduk melalui kiriman uang dan hasil pekerjaan di kota.
b.    Mendorong pembangunan desa karena penduduk telah mengetahuikemajuan dikota.
c.    Bagi desa yang padat penduduknya, urbanisasi dapat mengurangi jumlah penduduk.
d.    Mengurangi jumlah pengangguran di pedesaan.

  •          Dampak negatif urbanisasi bagi desa sebagai berikut:
a.    Desa kekurangan tenaga kerja untuk mengolah pertanian.
b.    Perilaku yang tidak sesuai dengan norma setempat sering ditularkan dan kehidupan kota.
c.    Desa banyak kehilangan penduduk yang berkualitas.

  •          Dampak positif urbanisasi bagi kota sebagai berikut:
a.    Kota dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja.
b.    Semakin banyaknya sumber daya manusia yang berkualitas.

  •          Dampak negatif urbanisasi bagi kota sebagai berikut:
a.    Timbulnya pengangguran.
b.    Munculnya tunawisma dan gubuk-gubuk liar di tengah-tengah kota.
c.    Meningkatnya kemacetan lalu lintas.
d.    Meningkatnya kejahatan, pelacuran, perjudian, dan bentuk masalah sosial lainnya.

  • Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push factors).Hal – hal yang termasuk push factor antara lain :
a)   Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
b)   Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
c)   Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
d)   Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
e)   Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
  • Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors).Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :
a)    Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota  banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
b)    Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
c)    Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d)    Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
e)    Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah.

A.   Pengertian Urbanisme 

Urbanisme Dalam kepustakaan geografi pandangan seorang geografiwan terhadap “urbanisasi” ini ialah sebuah kota sebagai sesuatu yang integral, dan untuk memiliki pengaruh atau merupakan unsur yang dominan dalam sistem keruangan yang lebih luas tanpa mengabaikan adanya jalinan yang erat antara aspek politik, sosial dan aspek ekonomi dengan wilayah di sekitarnya. Jadi dalam hal ini istilah atau pengertian urbanisasi dikaitkan dengan proses terbentuknya kota dan perkembangannya, sedang istilah “urbanisme” dikaitkan dengan perilaku hidup atau cara hidup di kota.

Sumber:
http://tanamalt.blogspot.com/2010/11/urbanisasi-dan-urbanisme.html
http://www.pengertianahli.com/2014/03/pengertian-penyebab-dampak-urbanisasi.html

ARTI KELUARGA


Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Keluarga merupakan cikal bakal wajah peradaban. Baik buruknya masyarakat bisa dinilai dari profil-profil keluarga didalamnya. Belakangan ini kita dapat mengamati apa yang membuat sebuah keluarga itu retak.

Kalo dipikir-pikir, keluarga itu kan ikatan yang sangat kuat. Orang-orang didalamnya dipertemukan oleh Tuhan bukan tanpa sebab, sudah ada pertimbangan menurut ukuran-Nya. Komposisinya tidak bisa digantikan oleh yang lain. Pernikahan yang menjadi awal sebuah keluarga pun selalu dirayakan dalam acara yang agung dan juga meriah. Akan tetapi banyak sekali terdengar cerita perceraian atau keluarga yang ‘berantakan’ tapi belum masuk tahap perpisahan.

Hal ini disebabkan karena banyak manusia yang tidak memahami arti sebuah keluarga. Mereka hanya berlomba-lomba untuk mendapatkan kesenangan-kesenangan hidup duniawi. Slogan-slogan mereka adalah memuaskan hawa nafsunya, “Yang Penting Puas”. Prinsip dan misi mereka adalah bagaimana mereka dapat menikmati kehidupan, seakan-akan mereka tumbuh dari biji-bijian, kemudian menguning dan mati tanpa ada kebangkitan, perhitungan dan hisab.

Arti sebuah keluarga adalah saling memiliki, saling percaya, saling menghormati, saling melindungi dan saling berbagi rasa, saling menjaga kehormatan serta saling menjaga rahasia diantara Ayah, Ibu, Anak, kakak dan adik. Berkaitan dengan upaya membangun keluarga bahagia, tiga hal yang penting berhubungan dengan itu adalah bagaimana merenda keluarga bahagia, bagaimana menjadi wanita idaman dalam keluarga, dan bagaimana menjadi orang tua yang cerdas dan efektif.

Untuk mampu membuat keluarga bahagia, perlu berbagi peran dengan adil antara suami dan istri, berusaha mengatasi krisis keluarga dan mengukuhkan integritas keluarga. Sesungguhnya kunci untuk para pasangan merasa bahagia adalah mereka puas dengan rencana mereka tentang pekerjaan dan tugas-tugas rumah tangga, dan merasa bahwa kontribusi tiap pasangan adalah pantas. Oleh karena itu, pekerjaan keluarga dan tugas rumah tangga tidak dapat dibagi rata antara suami dan istri, tetapi bidang kerja itu dirasakan pantas.

Begitu berharganya nilai sebuah keluarga sehingga dia disamakan dengan mutiara. Karena dari sebuah keluargalah kita lahir, tumbuh dan dewasa. Sehingga begitu dalam makna keluarga yang harus kita patrikan didalam hati kita kelak dan selamanya. Kadangkala kita dengan alasan kerja mengabaikan keluarga kita, suami, istri, orang tua ataupun anak-anak kita.

Namun kita lupa bahwa sesungguh kebahagiaan sejati bukan hanya diukur dari materi namun dari kehangatan sejati yang kita peroleh dari saling berbagi dalam kebersamaan sebuah keluarga. Kita boleh bersosialisasi dengan orang diluar keluarga kita namun alangkah baiknya kalau kita juga bisa meluangkan sedikit waktu kita yang berharga untuk memberikan curah kasih pada keluarga kita.

Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah :
-    Unit terkecil dari masyarakat
-    Terdiri atas 2 orang atau lebih
-    Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah
-    Hidup dalam satu rumah tangga
-    Di bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga
-    Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
-    Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing
-    Diciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan